Bogor - Upaya menjaga keutuhan NKRI kembali digaungkan oleh masyarakat Bogor Timur yang mengajak seluruh warga Indonesia bersatu menghadapi ancaman radikalisme dan hoaks yang semakin mudah menyebar. Seruan ini muncul setelah adanya kekhawatiran meningkatnya propaganda digital yang menyasar masyarakat luas.

Warga menyebutkan bahwa radikalisme tidak hanya muncul dalam bentuk tindakan ekstrem, tetapi sering dimulai dari penyebaran ujaran kebencian dan provokasi yang kemudian menciptakan permusuhan antarkelompok. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat memicu perpecahan besar.

Maraknya akun palsu di media sosial juga menjadi perhatian masyarakat Bogor Timur. Mereka menilai banyak akun sengaja dibuat untuk menyebarkan isu-isu sensitif dengan tujuan memecah belah dan mengganggu stabilitas negara.

Tokoh masyarakat menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam keberagaman Indonesia. Nilai toleransi disebut sebagai pilar utama yang menjaga kedamaian dan mencegah konflik sosial.

Komunitas setempat meminta warga untuk tidak mudah terbawa emosi saat menerima informasi provokatif. Sebaliknya, mereka mendorong masyarakat untuk mengedepankan klarifikasi dan verifikasi agar tidak terjerumus pada narasi yang merugikan kepentingan bangsa.

Selain itu, masyarakat Bogor Timur menyerukan agar generasi muda dibekali pendidikan mengenai literasi digital. Pemahaman tersebut dianggap penting untuk membentengi diri dari pengaruh radikalisme yang bermula dari dunia maya.

Melalui seruan ini, warga berharap Indonesia dapat terus melaju sebagai bangsa yang damai dan sejahtera tanpa terpecah oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.***