JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung dalam forum internasional Board of Peace (BoP).
Sikap ini diambil setelah dialog langsung antara Presiden dan para pimpinan organisasi Islam, sekaligus menjadi bantahan terhadap narasi negatif yang beredar luas di media sosial yang menuding BoP sebagai agenda pro-Israel.
Dukungan MUI tersebut muncul sebagai jawaban atas tudingan sejumlah pihak yang menyebut keikutsertaan Indonesia di BoP mengabaikan kepentingan Palestina dan menuduh ulama tidak melakukan kajian mendalam atau tahqiq manath dalam mengambil sikap.
Titik Balik Sikap MUI Usai Dialog di Istana
Sebelumnya, MUI diketahui sempat menyampaikan sikap kritis dan mempertanyakan urgensi keikutsertaan Indonesia dalam BoP. Namun, perubahan sikap drastis terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan secara langsung tujuan, mekanisme, dan posisi strategis Indonesia di forum tersebut dalam sebuah pertemuan di Istana.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di BoP sepenuhnya diarahkan untuk kemaslahatan Palestina, sejalan dengan amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
“Presiden menegaskan bahwa Board of Peace bukan alat kompromi terhadap perjuangan Palestina. Jika terbukti membawa mudarat, Indonesia tidak akan ragu untuk keluar,” demikian salah satu poin penting penjelasan yang diterima pimpinan ormas Islam.
Meskipun penjelasan tersebut telah disampaikan, narasi kontra di media sosial tetap bergulir. Sejumlah pihak masih menuding BoP sebagai sarana perampasan tanah Palestina dan mendesak MUI mengeluarkan fatwa penolakan, meskipun proses kajian telah dilakukan.
Gaya Diplomasi Prabowo Dinilai Terbuka