Jawa Barat, meskipun tidak memiliki status administratif istimewa seperti Aceh atau Yogyakarta, kini tengah berupaya keras untuk menjadi provinsi yang benar-benar unggul dan berkelanjutan. Dengan visi "Jabar Istimewa", pemerintah daerah bertekad untuk membangun sektor pendidikan yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga adil bagi semua lapisan masyarakat.
Dalam konteks pendidikan, visi ini diartikan sebagai upaya untuk menciptakan sistem pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai lokal Sunda. Pendidikan istimewa bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan transformasi yang menyentuh setiap aspek, mulai dari karakter siswa hingga kebijakan pemerintah.
Untuk mendukung gerakan ini, terdapat lima pilar utama yang menjadi fondasi pendidikan Jabar Istimewa:
1. Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai kebangsaan, disiplin, dan integritas sejak usia dini.
2. Inklusivitas: Memberikan kesempatan bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
3. Kreativitas dan Interaktivitas: Mendorong inovasi dalam metode pembelajaran dan mengurangi ketergantungan pada teknologi.
4. Kearifan Lokal: Memperkuat identitas budaya Sunda dalam kurikulum dan proses belajar mengajar.
5. Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun sinergi antara sekolah, pemerintah, masyarakat, dan TNI.
Langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan istimewa di Jawa Barat dimulai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov, Forkopimda, dan pemerintah kabupaten/kota. Komitmen ini diwujudkan dalam berbagai program, seperti Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Sekolah Anak Istimewa, dan penjadwalan belajar baru dari Senin hingga Jumat mulai pukul 06.30 WIB.