JAKARTA – Tayangan spesial stand-up "Mens Rea" oleh komika Pandji Pragiwaksono di Netflix terus menuai polemik dan memicu respons pro serta kontra di masyarakat. Sejumlah kalangan, termasuk ulama, menilai materi yang disampaikan dalam konten tersebut cenderung menistakan agama, terutama dalam pembahasan yang menyinggung ritual salat.

Ulama kondang, Habib Bahar bin Smith, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka mengecam materi stand-up tersebut. Kecaman ini disampaikan Habib Bahar dalam ceramahnya yang digelar di Tangerang, Banten, pada Rabu (14/01).

Dikutip dari ceramah tersebut, Habib Bahar bin Smith menyatakan bahwa masalah agama, khususnya salat yang merupakan ibadah mulia bagi umat Islam, tidak seharusnya dijadikan bahan humor atau lelucon.

"Kalau mau ngelawak, ngelawak saja betul. Kalau mau melucu, melucu saja betul. Kalau mau melawak, kalau mau melucu jangan bawa-bawa salat. Sehingga kalian rendahkan salat," tegas Habib Bahar bin Smith dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, menjadikan salat sebagai bahan tertawaan oleh komika Pandji Pragiwaksono adalah tindakan yang tidak pantas.

Dalam ceramah yang sama, Habib Bahar juga menanggapi prinsip konten Pandji Pragiwaksono secara umum. Ia berpendapat bahwa kritik yang ditujukan kepada pemerintah pada dasarnya adalah hal yang baik. Namun, ia menekankan bahwa dalam menyampaikan kritik, penting untuk menjunjung tinggi adab dan akhlak.

Kontroversi mengenai dugaan penistaan agama dalam materi "Mens Rea" ini telah meluas di media sosial dan menjadi topik pembahasan serius di berbagai ceramah keagamaan.*