ACEH - Pemerintah bersama mitra kemanusiaan mempercepat penanganan dampak bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera. Fokus utama diarahkan pada penyediaan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak serta pembersihan endapan lumpur banjir secara masif.

Komitmen penanganan terpadu ini melibatkan sinergi lintas lembaga, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, Brimob, dan relawan lokal. Kolaborasi ini bertujuan memastikan akses layanan medis menjangkau daerah terpencil, menekan risiko penyakit pascabencana, serta mempercepat normalisasi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Akses Kesehatan Menjangkau Pedalaman Gayo Lues

Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, bencana alam sempat memutus akses layanan kesehatan akibat rusaknya infrastruktur dan medan yang sulit. Menjawab kondisi tersebut, tim kemanusiaan PMI bersama tenaga kesehatan TNI diterjunkan ke desa-desa terisolasi.

Layanan yang diberikan mencakup pengobatan gratis, distribusi obat-obatan, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta pendampingan psikososial dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kehadiran tim gabungan ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana sekaligus memulihkan kondisi fisik dan mental warga.

Pembersihan Lumpur Banjir Diintensifkan

Sementara itu, di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir besar, endapan lumpur tebal menghambat aktivitas warga dan berpotensi memicu masalah lingkungan dan kesehatan. Pemerintah bersama personel TNI, Polri, dan Brimob mengintensifkan pembersihan permukiman, pembukaan saluran air, serta normalisasi lingkungan.

Pengerukan lumpur dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Menariknya, material hasil pengerukan juga dimanfaatkan secara produktif, antara lain sebagai bantalan tanggul. Pemanfaatan ini bertujuan memperkuat upaya mitigasi bencana dan mencegah potensi banjir susulan di masa mendatang.

Sinergi untuk Pemulihan Berkelanjutan