BOGOR – Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III resmi memulai program fisioterapi berbasis komunitas di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (16/4/2026) ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan fisik sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di tingkat desa.
Acara pembukaan berlangsung khidmat di Aula Kantor Desa Nambo, Kampung Walahir, mulai pukul 09.20 WIB. Program ini merupakan implementasi pembelajaran lapangan semester genap tahun akademik 2025–2026, yang dirancang untuk mengasah keterampilan klinis mahasiswa melalui pengabdian masyarakat secara nyata.
Ketua Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Muhamad Ali, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperluas akses layanan kesehatan. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya kesehatan fisik serta langkah-langkah pencegahan cedera.
"Mahasiswa harus berperan aktif dalam mendekatkan layanan fisioterapi kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai kualitas kesehatan fisik di lingkungan desa," ujar Muhamad Ali dalam sambutannya.
Sejumlah pejabat dan unsur kewilayahan turut hadir menyaksikan pembukaan program ini. Di antaranya adalah jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Klapanunggal dari unsur Koramil dan Polsek. Selain itu, hadir pula Kepala Puskesmas Klapanunggal, perangkat Desa Nambo, serta kader PKK setempat.
Rangkaian acara diawali dengan proses registrasi peserta dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah seremoni pembukaan, mahasiswa memaparkan rencana program fisioterapi komunitas yang akan mereka jalankan, mencakup layanan fisioterapi dasar hingga edukasi kesehatan berkelanjutan bagi warga.
Program ini tidak hanya menjadi prasyarat akademik, tetapi juga bentuk kontribusi konkret perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan warga, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
Acara pembukaan berakhir pada pukul 10.30 WIB dalam suasana aman dan tertib. Selanjutnya, para mahasiswa akan menjalankan rangkaian program pengabdian sesuai dengan jadwal yang telah dikoordinasikan dengan pihak desa dan puskesmas setempat.