BOJONEGORO – Polemik mengenai kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro kini memasuki ranah hukum. Manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aulia 2, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, resmi melaporkan sebuah akun TikTok ke Polres Bojonegoro atas dugaan pencemaran nama baik.
Laporan ini dipicu oleh unggahan video yang menampilkan menu MBG berupa jeruk, singkong goreng, dan tahu bakso. Narasi dalam video tersebut menyoroti kesederhanaan hidangan, yang kemudian memicu beragam reaksi negatif dari warganet mengenai standar kualitas dan kecukupan gizi program nasional tersebut di Bojonegoro.
Humas SPPG Aulia 2, Haryono, menyatakan bahwa langkah hukum diambil karena unggahan tersebut dilakukan secara berulang dan membangun opini negatif yang merugikan reputasi layanan publik. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya tidak menerima keluhan langsung dari para penerima manfaat.
"Kami sangat terbuka terhadap masukan. Namun, narasi yang berkembang di media sosial tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan dan telah berdampak pada teguran internal bagi kami," ujar Haryono pada Jumat (28/2/2026).
Terkait komposisi makanan yang dipersoalkan, manajemen menjelaskan bahwa menu tersebut telah diperhitungkan secara saksama. Kombinasi jeruk (vitamin C), singkong (karbohidrat kompleks), serta tahu bakso (protein nabati dan hewani) diklaim telah memenuhi kebutuhan dasar siswa jika disajikan dalam porsi yang tepat.
Program MBG sendiri disusun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) rata-rata bulanan, bukan dinilai secara parsial dari satu kali penyajian. Di Bojonegoro, penyusunan menu melibatkan rekomendasi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dengan mengutamakan bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Targetnya, setiap porsi menyumbang sekitar 20 hingga 35 persen dari total kebutuhan energi harian peserta didik.
Sementara itu, Polres Bojonegoro membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan proses klarifikasi dan pemanggilan sejumlah saksi untuk mendalami kronologi serta bukti unggahan. Meski proses hukum berjalan, kepolisian tetap membuka peluang mediasi bagi kedua belah pihak.
Sebagai informasi, Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif nasional di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini menyasar jutaan anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan balita melalui ribuan dapur SPPG di seluruh Indonesia.
Pihak SPPG Aulia 2 menegaskan bahwa pelaporan ini bukan bertujuan membungkam kritik, melainkan sebagai upaya edukasi agar penyampaian pendapat dilakukan secara akurat dan melalui mekanisme yang tepat. Transparansi dan literasi publik dianggap krusial agar penilaian terhadap program strategis nasional ini didasarkan pada data yang utuh, bukan sekadar potongan video singkat.