BOGOR - Gedung PWRI di Cibinong menjadi tempat berkumpulnya semangat dan harapan saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc., bertemu dengan pemuda dan masyarakat setempat. Dalam suasana yang penuh antusiasme, kegiatan reses ini dimanfaatkan untuk menggali potensi serta peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan ini, Ricky menjelaskan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelayanan Kepemudaan. Ia menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi Perda ini di tingkat lokal. “Pemuda harus diberi ruang bukan sekadar dalam seremoni atau pelatihan, tetapi benar-benar dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan di tingkat daerah,” kata Ricky, yang dikenal aktif memperjuangkan isu-isu kepemudaan di DPRD Jabar, pada Sabtu (9/8).

Dialog yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh tokoh pemuda, pengurus organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum. Mereka menyampaikan berbagai keluhan mengenai kurangnya akses terhadap program pembangunan yang ditujukan untuk generasi muda. Isu yang diangkat mencakup minimnya pelatihan vokasi, kurangnya fasilitas olahraga, serta perlunya pembaruan dalam sistem kaderisasi organisasi pemuda.

Menanggapi hal tersebut, Ricky berkomitmen untuk memperkuat advokasi terhadap implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2016 agar tidak hanya menjadi formalitas belaka. “Pemerintah daerah harus mulai berpikir lebih progresif. Perlu disediakan anggaran yang spesifik untuk membina dan memberdayakan pemuda berbasis potensi wilayah. Karena masa depan Jawa Barat ditentukan oleh seberapa kuat generasi mudanya,” tegas politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Ricky juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD, eksekutif daerah, dan komunitas pemuda untuk menciptakan ekosistem pembangunan kepemudaan yang berkelanjutan. Bagi Ricky, pemuda adalah aset, bukan beban. Di akhir pertemuan, semangat untuk menjadikan suara pemuda sebagai penggerak perubahan semakin menguat. Ricky berjanji akan terus memperjuangkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda, khususnya di Kabupaten Bogor dan wilayah lain di Jawa Barat.*