BOGOR - Pondok Pesantren As-Shoheh di Sampora, Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi saksi pentingnya pendidikan politik bagi santri pada Selasa, 11 November 2025. Dalam acara tersebut, H. Ricky Kurniawan, Lc, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat fraksi Gerindra dan juga alumni Al-Azhar Kairo, berbagi wawasan tentang tema "Santri dan Demokrasi".

Ricky hadir untuk menanamkan kesadaran akan peran santri dalam kehidupan berbangsa, terutama di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial-politik saat ini. Ia menekankan bahwa santri tidak hanya sebagai pewaris ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas kehidupan berbangsa.

“Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Demokrasi membutuhkan pemimpin yang memiliki akhlak, kecerdasan, dan kepekaan sosial. Pesantren memiliki ruang besar untuk membentuk karakter tersebut,” kata Ricky, Selasa (11/11).

Dalam penjelasannya, Ricky mengungkapkan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan peran signifikan kaum pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan nilai-nilai kebangsaan. Ia menegaskan bahwa tidak ada jarak antara santri dan politik, yang dibutuhkan adalah pendidikan politik yang benar, yaitu politik sebagai pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Dialog interaktif pun berlangsung, di mana para santri mengajukan pertanyaan tentang kontribusi mereka di masyarakat meski belum terjun langsung ke dunia politik. Ricky menjelaskan bahwa keterlibatan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjadi agen informasi yang baik, menjaga etika di media sosial, hingga aktif dalam kegiatan sosial.

“Demokrasi bukan hanya soal pemilu. Demokrasi adalah budaya untuk mendengar, berdialog, menghargai, dan berpartisipasi. Dan itu bisa dilakukan sejak di lingkungan pesantren,” tambahnya.

Para pengajar di pesantren menyambut baik kegiatan ini, menganggapnya relevan untuk pembentukan karakter santri di tengah tantangan sosial modern. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun kesadaran politik yang sehat dan beretika.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, menciptakan forum yang mirip majelis ilmu. Di sini, pengetahuan tidak hanya disampaikan, tetapi juga menghidupkan kembali kesadaran bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan demokrasi Indonesia.

Ricky menutup sesi dengan pesan bahwa santri harus percaya diri untuk hadir di ruang-ruang publik, namun tetap dengan identitas dan nilai moral yang kuat.