BOGOR – Dalam upaya memperkuat peran pengawasan sebagai bagian dari pembangunan yang partisipatif, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Ricky Kurniawan, Lc, menggelar kegiatan “Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan” di Aula Serbaguna Masjid Besar Al Ansori, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin (22/11).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pengawasan, tetapi juga ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdialog langsung dengan wakil rakyat. Hadir dalam acara tersebut tokoh agama KH Asep Saepudin, para tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Pengawasan sebagai Pilar Pemberdayaan
Dalam sambutannya, Ricky Kurniawan menegaskan bahwa pengawasan bukanlah semata-mata mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa kebijakan dan anggaran pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa sebagai kunci keberhasilan pembangunan ekonomi lokal.
“Dana desa bukan hanya untuk membangun jalan atau gedung, tapi harus mampu menggerakkan ekonomi warga. Kita ingin desa seperti Sukamakmur menjadi contoh desa yang mandiri dan produktif,” ujar Ricky, yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Kairo.
Ia juga menekankan perlunya pelatihan kewirausahaan, penguatan UMKM, serta optimalisasi peran BUMDes agar potensi ekonomi desa bisa berkembang secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir beberapa tokoh seperti KH Asep Saepudin, yang mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi juga oleh nilai-nilai kejujuran dan amanah dalam kepemimpinan. “Ketika pemimpin dan masyarakat bersatu dalam niat yang baik, maka keberkahan akan turun, termasuk dalam urusan ekonomi,” tuturnya.
Ricky merespons dengan menyatakan bahwa nilai-nilai keislaman yang ia pelajari selama di Kairo menjadi kompas moral dalam menjalankan tugas sebagai legislator. “Kami ingin menghadirkan politik yang bersih, beretika, dan berpihak pada rakyat kecil,” katanya.
Forum ini juga menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih, hingga akses pelatihan dan permodalan usaha. Sejumlah pemuda dan ibu rumah tangga menyuarakan harapan agar pemerintah lebih aktif mendampingi pelaku usaha kecil agar bisa berkembang.