Megamendung, Bogor – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc., menjadikan masa reses di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sebagai momentum penting untuk menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelayanan Kepemudaan. Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang dihadiri para tokoh muda, pengurus organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum, dimana Ricky menekankan perlunya keberpihakan yang nyata bagi pembangunan kepemudaan di daerah.

Ricky menekankan bahwa Perda tersebut jangan hanya menjadi tumpukan kertas, melainkan harus diterjemahkan menjadi program-program nyata yang relevan dengan kebutuhan dan potensi pemuda. Beliau ingin melihat aksi nyata, bukan sekadar seremoni.

“Kita perlu dorong agar program kepemudaan tidak bersifat seremonial, melainkan betul-betul menyentuh akar persoalan, seperti kewirausahaan, pendidikan karakter, dan keterlibatan dalam pembangunan desa,” ujar Ricky.

Sebagai bukti nyata dari semangat Perda, Ricky memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Sekolah Tani yang diadakan oleh Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Bogor pada 22 Juli 2025 di Hotel Gerbera, Megamendung. Baginya, program ini adalah manifestasi pelayanan kepemudaan yang sejalan dengan tujuan Perda, yaitu menciptakan generasi muda yang mandiri, kreatif, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Sekolah Tani ini menjadi jawaban nyata atas tantangan regenerasi petani. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian bisa menjadi ruang aktualisasi pemuda, dan PTI berhasil menghadirkan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan di lapangan,” kata Ricky.

Dalam kegiatan tersebut, 50 peserta dari pengurus aktif PTI Kabupaten Bogor mendapatkan pelatihan intensif mengenai manajemen pertanian, kewirausahaan, dan penguatan organisasi. Materi disampaikan langsung oleh para ahli dari dinas-dinas teknis terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor.

Ricky juga menyoroti bagaimana kegiatan seperti Sekolah Tani ini mencerminkan semangat *Astacita*, yaitu delapan cita-cita pembangunan nasional yang mencakup pembangunan ekonomi inklusif dan pemberdayaan pemuda. Saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif menuju masa depan yang lebih baik.

“Kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan tanpa regenerasi petani. Pemuda harus masuk dan mengambil peran di situ, dan ini yang sedang dilakukan PTI,” tambahnya.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD dapat terus berkolaborasi erat dengan perangkat daerah dan organisasi kepemudaan untuk memperluas cakupan program-program serupa di seluruh pelosok Jawa Barat. Dengan sinergi yang kuat, mimpi-mimpi besar dapat diwujudkan.