HALMAHERA - Di balik gemerlap ambisi energi nasional, tersembunyi luka menganga di Halmahera Timur. Ekspansi industri nikel yang digadang-gadang sebagai masa depan, justru merampas ruang hidup masyarakat adat Maba Sangaji. Intimidasi dan kriminalisasi menjadi senjata untuk membungkam mereka yang berani mempertahankan tanah leluhur.
Aksi unjuk rasa yang digelar Front Perjuangan Demokrasi (FPD) di depan Mapolda Maluku Utara, Kamis sore, menjadi simbol perlawanan. Empat payung hitam diusung, melambangkan duka dan solidaritas bagi 11 warga Maba Sangaji yang ditangkap usai menggelar ritual adat di wilayah konsesi tambang PT. Position.
Amin Yasim, salah satu warga Maba Sangaji, lantang menyuarakan ketidakadilannya. Baginya, penangkapan ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya sistematis untuk membungkam perjuangan mereka.
"Ini jelas menunjukkan sikap polisi yang terang-terangan membela perusahaan dan tidak menyelesaikan konflik tanah adat di Maba Sangaji. Padahal tugas polisi untuk melayani dan mengayomi masyarakat," kata Amin saat aksi berlangsung.
Ia menambahkan, warga hanya mempertahankan tanah ulayat yang telah dijaga turun-temurun sebagai sumber kehidupan. Setiap perlawanan, justru berujung pada stigmatisasi dan kriminalisasi.
"Setiap kali warga melawan, mereka selalu dicap sebagai kriminal. Padahal mereka hanya mempertahankan ruang hidupnya dari kesewenang-wenangan perusahaan," tambahnya.
Kekecewaan mendalam juga ditujukan pada Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, yang dinilai abai dalam menangani konflik ini.
"Bupati Haltim Ubaid Yakub tidak ada tanda-tanda mengambil satu keputusan serius untuk menyelesaikan masalah tanah adat di Haltim. Ini potret kebusukan pemerintah kita saat ini," ucap Amin.
PT. Position, dengan izin usaha tambang seluas 4.017 hektare, dituding beroperasi tanpa persetujuan warga adat, memicu pencemaran lingkungan dan kerusakan hutan. Afiliasinya dengan grup bisnis nasional dan asing, termasuk Tanito Harum Nickel dan Nickel International Kapital dari Singapura, menambah aroma amis kepentingan di balik konflik ini.