JAKARTA – Kinerja keuangan PT Pelita Air Service (PT PAS), anak usaha PT Pertamina (Persero), kembali menuai kritik tajam setelah perusahaan penerbangan tersebut tercatat mengalami kerugian signifikan pada tahun buku 2023. Sorotan publik semakin menguat lantaran jajaran direksi diduga tetap menerima kompensasi dan bonus besar di tengah kondisi finansial perusahaan yang merugi.
Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk mengevaluasi dan memecat manajemen PT PAS yang dinilai gagal.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa PT Pelita Air Service mencatat kerugian mencapai USD 20.107.160 pada tahun 2023. Kerugian fantastis ini, menurutnya, tidak dapat ditutupi oleh perolehan laba perusahaan pada periode berikutnya yang hanya sebesar USD 5.914.075 pada tahun 2024.
“Tahun 2023 PT PAS rugi besar, mencapai USD 20,1 juta. Kerugian ini jelas tidak bisa ditutupi oleh laba perusahaan yang hanya sekitar USD 5,9 juta,” ujar Uchok Sky dalam keterangan resminya, Selasa.
Sorotan Tantiem di Tengah Kerugian
Hal yang paling disoroti oleh CBA adalah kebijakan remunerasi manajemen PT PAS. Uchok Sky menyebut, di saat perusahaan penerbangan yang mengoperasikan 12 unit pesawat ini merugi, Direktur Utama PT PAS Dendy Kurniawan justru tetap menerima tantiem sebesar Rp808.886.154. Selain itu, ia juga menerima remunerasi tambahan mencapai Rp131.444.000.
“Ini sangat ironis. Perusahaan merugi, tetapi Direksi masih menikmati tantiem dan remunerasi yang besar. Seharusnya, ketika perusahaan mengalami kerugian, Direksi dan Komisaris ‘puasa’ dulu, misalnya dengan pemotongan remunerasi,” tegas Uchok Sky.
Menurut CBA, kebijakan pemberian bonus dan kompensasi di tengah kerugian mencederai rasa keadilan publik dan menimbulkan kesan bahwa jajaran direksi dan komisaris hanya menjadikan perusahaan sebagai tempat mencari keuntungan pribadi. Hal ini dinilai menunjukkan tidak adanya komitmen kuat untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki bisnis inti perusahaan.
“Jangan sampai publik menilai Direksi dan Komisaris hanya numpang mencari keuntungan di PT PAS, tanpa ada upaya serius memajukan perusahaan,” sindirnya.