BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan pembangunan tahap awal Pasar Petani Garuda telah menuntaskan seluruh pekerjaan dan mencapai 100 persen. Meskipun demikian, proyek tersebut belum sepenuhnya selesai karena fasilitas penunjang vital baru akan dibangun pada tahap lanjutan. Menariknya, Pemkab Bogor memutuskan pasar tersebut akan segera dioperasikan dalam waktu dekat tanpa harus menunggu seluruh pembangunan rampung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, membenarkan bahwa penyelesaian tahap pertama telah sesuai dengan perencanaan awal proyek.

"Untuk tahap pertama, pembangunannya sudah 100 persen. Pekerjaan memang baru sampai di tahap tersebut,” jelas Eko saat dikonfirmasi, Rabu (7 Januari 2026).

Eko menuturkan, pada tahap lanjutan, Pemkab Bogor akan memprioritaskan pekerjaan perapihan dan penguatan infrastruktur pendukung. Beberapa fokus utama adalah pembangunan turap untuk mengantisipasi potensi longsor, serta perbaikan dan penataan sistem drainase di area pasar.

"Ke depan akan ada penurapan karena ada kekhawatiran longsor, lalu pembuatan dan perbaikan saluran air,” ujar Eko.

Selain aspek teknis tersebut, fasilitas penunjang seperti toilet dan musala belum tersedia di tahap awal. Fasilitas-fasilitas ini direncanakan masuk dalam pekerjaan tahap kedua.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa pembangunan tahap kedua ditargetkan masuk dalam penganggaran tahun 2026. Realisasi anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan anggaran daerah.

Meski masih menunggu penyempurnaan lanjutan, Pemkab Bogor memastikan Pasar Petani Garuda tidak harus menunggu seluruh tahapan pembangunan rampung untuk mulai beroperasi. Pasar akan segera dibuka setelah mekanisme pengisian lapak oleh para pedagang selesai dibahas.

“Tidak perlu menunggu tahap kedua. Setelah kita bahas siapa saja yang akan mengisi, mulai minggu depan sudah bisa kita susun. Pasar bisa mulai berjalan sambil menunggu pembangunan lanjutan,” pungkas Eko Mujiarto.