Jakarta, Jurnal Cakrawala - Rumah produksi Come and See Pictures kembali menghadirkan gebrakan segar dalam dunia perfilman Indonesia. Kali ini, mereka menggandeng dua sutradara muda, Kevin Raharjo dan Rafki Hidayat, untuk menghidupkan ulang legenda klasik Nusantara lewat film Legenda Kelam Malin Kundang. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir 2025 dan sudah menyita perhatian sejak pengumuman jajaran pemainnya.
Mengambil inspirasi dari kisah rakyat Minangkabau yang sudah dikenal luas, film ini tak sekadar menyajikan dongeng lama. Legenda Kelam Malin Kundang dibalut dalam genre drama misteri thriller, dengan pendekatan atmosferik dan tone kelam yang memikat. Penonton diajak menyelami sisi gelap legenda, lewat kisah seorang seniman lukisan mikro bernama Alif — diperankan oleh Rio Dewanto — yang dihantui oleh ingatan kabur dan sosok ibu yang misterius.
Proyek ini juga mempertemukan kembali Rio Dewanto dan sineas kawakan Joko Anwar, setelah kolaborasi mereka di film Modus Anomali (2012) dan Gundala (2019). Namun kali ini, Rio berada di bawah arahan dua sutradara muda dan dipasangkan dengan Faradina Mufti, aktris yang tengah naik daun setelah tampil mencolok di Siksa Kubur. Faradina berperan sebagai Nadine, istri Alif, yang menjadi kunci dalam konflik emosional dan psikologis sang tokoh utama.
Nama-nama lain yang turut menghiasi layar termasuk Nova Eliza, Foni Anggraini, Jordan Omar, Gambit Saifullah, hingga Sultan Hamenangan. Perpaduan aktor berpengalaman dan talenta baru ini diyakini dapat memberikan kekayaan karakter dan dinamika yang kuat, terutama dalam cerita yang menjanjikan lapisan emosi dan ketegangan batin yang kompleks.
Sutradara Kevin Raharjo dikenal lewat karya-karya pendeknya yang bergaung di festival film internasional seperti Followers dan Parasomnia, sementara Rafki Hidayat sebelumnya menulis skenario untuk film horor Kafir (2018) dan serial Nightmares and Daydreams produksi Netflix. Kolaborasi keduanya di proyek film panjang ini menandai langkah berani generasi baru perfilman Indonesia.
Di balik layar, skenario film ini ditulis oleh trio penulis berbakat: Joko Anwar, Alien Jaya Sukmana, dan Rafki Hidayat. Tidak hanya akan tayang di dalam negeri, *Legenda Kelam Malin Kundang* juga dipasarkan ke pasar internasional dengan judul *Smothered*, lewat agen distribusi asal Korea Selatan, Barunson E\&A, dalam ajang Marche du Film di Cannes 2025.
Dengan rekam jejak kuat dari Come and See Pictures — rumah produksi yang digawangi Joko Anwar dan Tia Hasibuan dan sukses lewat Pengabdi Setan 2, Nightmares and Daydreams, hingga Pengepungan di Bukit Duri — film ini diproyeksikan menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun ini. Bukan hanya karena kekuatan cerita, tetapi juga karena keberaniannya menyajikan legenda Indonesia dalam bentuk baru yang lebih gelap dan menggugah.***