Bogor — Memasuki periode puncak musim hujan yang kerap menimbulkan bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Korem 061/Suryakancana menggelar simulasi penanggulangan bencana berskala besar, Selasa (9/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Situgede Cifor, Kota Bogor, itu menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah rawan.
Latihan terpadu ini dipimpin oleh Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., M.Tr.(Han) selaku Danrem 061/Suryakancana dan diikuti sekitar 200 personel dari berbagai institusi. Apel dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pemeriksaan kesiapan pasukan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam penanganan kondisi darurat.
Sejumlah lembaga terkait turut terlibat, mulai dari jajaran pejabat Korem 061/SK, Kodim 0606/Kota Bogor, Kodim 0621/Kabupaten Bogor, BPBD, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, hingga kelompok relawan lokal. Kehadiran multipihak ini menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak bisa ditangani satu instansi saja.
Dalam latihan kali ini, Korem 061/Suryakancana merancang skenario bencana yang meniru kejadian nyata berdasarkan potensi kerawanan di berbagai titik wilayah Bogor. Adegan dimulai dari munculnya laporan bencana, proses evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, hingga penanganan korban dengan koordinasi lintas sektor.
Brigjen Thomas menegaskan bahwa kolaborasi dan kecepatan pengambilan keputusan merupakan kunci saat bencana terjadi. “Cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi. Kesiapan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Latihan seperti ini memastikan semua pihak dapat bergerak cepat saat situasi riil terjadi,” ujarnya.
Wilayah Bogor dikenal sebagai salah satu daerah dengan indeks kerawanan bencana tertinggi di Jawa Barat. Setiap musim hujan, ancaman longsor dan banjir kerap meningkat, terutama di kawasan perbukitan dan bantaran sungai. Dengan simulasi ini, pemerintah dan aparat berupaya meminimalisasi dampak kerusakan serta korban jiwa.
Simulasi penanggulangan bencana ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sistem komunikasi antarinstansi, termasuk pembagian tugas, mobilisasi pasukan, serta penggunaan perangkat penyelamatan. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah rawan longsor.
Melalui latihan terpadu ini, unsur TNI, Pemda, dan relawan memastikan bahwa Bogor siap menghadapi potensi bencana yang biasanya meningkat pada Desember hingga Februari. Pemantauan cuaca terus dilakukan untuk mendukung langkah mitigasi di lapangan.***