Sukabumi – Peresmian Jembatan Panel Garuda di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/10/2025), membawa harapan baru bagi masyarakat di empat desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Jembatan sepanjang 19,2 meter tersebut diresmikan langsung oleh Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Kosasih, dengan dukungan penuh dari Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio.
Bagi warga Desa Gunungkaramat, Gunung Tanjung, Wangunsari, dan Cikelat, keberadaan jembatan ini bukan hanya infrastruktur biasa. Jembatan yang dibangun atas bantuan Presiden RI melalui Kementerian Pertahanan tersebut diyakini akan mempercepat arus ekonomi, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta mempermudah warga dalam mengakses layanan kesehatan di pusat kecamatan.
Selama ini, mobilitas masyarakat kerap terhambat karena harus memutar jauh atau melewati jalur yang rawan. Dengan hadirnya jembatan baru ini, beban perjalanan mereka dapat dipangkas, sehingga biaya logistik maupun waktu tempuh semakin efisien. “Sekarang lebih gampang kalau mau ke pasar atau ke sekolah, tidak perlu khawatir jalan terputus lagi,” ungkap seorang warga setempat dengan penuh syukur.
Peresmian yang dihadiri sekitar 300 orang, termasuk Bupati Sukabumi, DPRD, hingga tokoh masyarakat, berlangsung dalam suasana meriah namun khidmat. Warga terlihat antusias menyambut kehadiran para pejabat TNI-Polri yang hadir dalam acara tersebut.
Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Panel Garuda menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat pedesaan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah pusat, TNI, dan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, jembatan ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Hasil pertanian dan perkebunan warga kini lebih mudah didistribusikan ke pasar, sementara peluang usaha kecil menengah juga terbuka lebih luas berkat akses yang lebih lancar.
Peresmian jembatan yang bertepatan dengan HUT ke-80 TNI ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Bagi warga Sukabumi, Jembatan Panel Garuda bukan sekadar rangkaian besi yang menyambungkan dua tepi, melainkan jembatan harapan untuk masa depan yang lebih baik.