JAKARTA - Jakarta menjadi saksi perayaan hari jadi ke-11 Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Acara yang digelar di SCTV Tower ini tidak hanya merayakan perjalanan komunitas, tetapi juga mengangkat isu penting tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui preview film Suamiku, Lukaku.

Dalam kolaborasi dengan SinemArt, Tarantella Pictures, The Big Pictures, Women’s Crisis Center (WCC) Puantara, dan Persatuan Wanita Jambi (Perwaja), KPB mengadakan serangkaian kegiatan edukatif. Salah satunya adalah sesi diskusi bertema “Stop Normalisasi KDRT – Cerita Pembuatan Film Suamiku, Lukaku” yang diadakan setelah pemutaran film tersebut.

Produser dan Sutradara Sharad Sharan mengungkapkan rasa syukurnya karena film ini telah lolos sensor tanpa ada adegan yang dipotong. "Film ini buat edukasi, bukan buat seks, kekerasan. Ini (hal-hal) yang sudah terjadi (di masyarakat)," kata Sharad.

Anissa Putri Ayudya, yang berperan sebagai intimacy coordinator, menekankan pentingnya memberikan batasan dalam interaksi untuk mencegah kekerasan, termasuk KDRT. "Semua orang harus berani memberikan batasan terhadap orang lain," ujarnya.

Siti Husna Lebby Amin, Direktur WCC Puantara, menyoroti bahwa meskipun ada berbagai payung hukum, normalisasi KDRT masih marak di Indonesia. "Dari film ini, pengetahuan kita tentang stop KDRT bisa kita lakukan bersama. Tapi jangan tunggu sampai terjadi baru dilaporkan, harus dilakukan pencegahan," tegasnya.

Film Suamiku, Lukaku menggambarkan berbagai bentuk KDRT, mulai dari fisik, psikis, hingga kekerasan seksual dalam rumah tangga. Pada acara tersebut, untuk pertama kalinya, trailer film ini diperkenalkan kepada publik.

Di sisi lain, Perwaja memperkenalkan empat model tengkuluk khas Jambi, yang memiliki makna mendalam terkait status sosial dan pernikahan. Ketua KPB, Lia Nathalia, juga menjelaskan cara memotong tumpeng yang merupakan tradisi yang mulai terlupakan.

"Sebuah kebahagiaan mewarnai perjalanan 11 tahun Komunitas Perempuan Berkebaya kami dapat berkumpul bersama anggota dan pengurus serta perwakilan mitra kami untuk belajar bersama tentang tengkuluk, edukasi memotong tumpeng, dan diskusi tentang KDRT," ungkap Lia Nathalia.

Film Suamiku, Lukaku, yang disutradarai oleh Viva Westi dan Sharad Sharan, diharapkan dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran tentang KDRT dan mendorong perempuan untuk bersuara. Dengan dukungan dari para bintang ternama, film ini berupaya menyampaikan pesan bahwa tidak ada perempuan yang boleh dibungkam atau terjebak dalam kekerasan rumah tangga.