BOGOR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Minggu (3/5) hingga Senin (5/5/2026) siang memicu bencana banjir dan tanah longsor di Desa Ciomas. Peristiwa yang terjadi antara pukul 12.30 hingga 15.45 WIB tersebut mengakibatkan delapan kepala keluarga (KK) terdampak serius dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Kepala Desa Ciomas, H. Jaja Gozali, mengonfirmasi bahwa dampak bencana tersebar di beberapa titik, di antaranya Kampung Duren (RT 01/06), Kampung Sinarmulya (RT 06/05 dan RT 02/05), Ciomas Harapan (RT 02/02), Pintu Ledeng (RT 02/03), serta Kampung Sukamulya (RT 01 dan RT 04).

Menurut Jaja, kerusakan terparah dialami oleh rumah-rumah yang berada di bantaran Sungai Sindangbarang. Sebanyak delapan unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, dengan sebagian bangunan roboh hingga hanyut terbawa arus sungai.

"Kondisi rumah warga sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Saat ini, warga yang rumahnya tidak layak huni telah kami evakuasi ke rumah kerabat terdekat. Alhamdulillah, berkat kerja sama pengurus RT dan RW, seluruh warga berhasil diamankan tanpa ada korban jiwa," ujar Jaja saat memberikan keterangan kepada media, Senin (5/5).

Pemerintah Desa Ciomas saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah pemulihan. Jaja menyatakan pihaknya akan segera mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor guna meringankan beban warga terdampak.

Selain rumah tinggal, bencana ini juga menyebabkan runtuhnya Tembok Penahan Tebing (TPT) di lima lokasi dengan rincian dimensi kerusakan yang bervariasi. Di Kampung Duren, TPT sepanjang 10 meter dengan tinggi 4 meter dilaporkan ambruk. Kerusakan serupa juga terjadi di Kampung Sinarmulya (6,5 meter dan 15 meter), Ciomas Harapan (50 meter), Pintu Ledeng (3 meter), serta Kampung Sukamulya (12 meter).

Mengenai total kerugian materiil, pihak desa masih menunggu hasil penilaian resmi dari dinas teknis terkait. "Kami belum menetapkan nilai kerugian secara pasti karena masih memerlukan pengecekan dan penilaian dari dinas teknis agar perhitungannya akurat," pungkas Jaja.