Bogor-JurnalCakrawala.com.

Maj’lis Ta’lim sebagai salah satu tempat kajian Islam untuk menimba ilmu Agama juga sebagai mencetak kader bangsa yang tangguh , berbudi pekerti yang baik, serta ber akhlak mulia yang bisa dijadi kan filter di era digital sekarang ini untuk mempertahankan jati diri.

Karena tidak bisa di pungkiri memang kenyataan nya di era di gital sekarang ini walaupun banyak manfaatnya namun jika tidak bisa mempergunakan dengan bijakbisa menjadi sebuah kemadhorotan dan tak sedikit para remaja putri terjebak pada pergaulan bebas seperti narkoba dan sex bebas.

Namun pemandangan berbeda terlihat seperti di Maj’lis Ta’lim An – Nur yang berada di Desa Ciburayut RT 01/06, Cigombong, Kabupaten Bogor, meski minim sarana belajar Para Remaja ini tak putus untuk belajar menimba ilmu Agama, hilir mudik, gelak tawa hingga perbincangan di antara mereka begitu hangat terasa, mereka begitu bersemangat belajar Agama, Minggu (24/09).

Ustadzah Nursidah guru Agama di maj’lis tersebut mengungkapkan, ” sudah hampir 5 Tahun mengajar ngaji di sini, Alhamdulilah kalau di sini minat remaja putri untuk belajar Agama ( mengaji ) masih tinggi, walaupun mereka pagi nya sibuk dengan sekolah tapi masih meluangkan waktu nya untuk mengaji sore atau malam harinya”.

Lebih jauh ustadzah Nursidah mengatakan suatu saat saya berharap bisa membangun pasantren dan memperlebar maj’lis lagi soal nya yang mengaji di sini sekarang kalau sama anak yang kecil kurang lebih 100 orang, yang belajar ngaji d sini dari berbagai umur dari yang masih sekolah, SD, SLTP, SLTA, hingga yang duduk di bangku kuliah, namun bangunan yang ada sekarang terasa sempit, kalau madrasah ini di perlebar anak – anak bisa leluasa belajar, Beliau juga berharap kedepan nya bisa membuat kobong tempat tinggal, supaya bagi mereka yang jauh bisa tinggal di disini.

Saya bahagia dan bersyukur bisa mengajar anak – anak walaupun ke ilmuan saya tentang agama tak seberapa, dan mudah – mudahan bisa menjadi ke barokahan dan kemaslahatan, ketika saya melihat semangat nya anak- anak untuk belajar mengaji itu menjadikan motivasi tersendiri buat saya, apa lagi di era zaman sekarang yang saya perhatikan pergaulan para remaja yang semakin memprihatin kan.

Tapi remaja di sini yang saya liat mereka masih memegang budaya dan adat istiadat yang kuat, di mana mungkin seusia mereka sudah lupa untuk mengaji, namun mereka tak tergerus serta terbawa arus perkembangan zaman”, ungkap ustadzah Nursidah Tersebut saat di temui di kediaman nya.

Anak – anak pun diajarkan mengaji sesuai kemampu an dan umurnya, untuk yang dewasa selain di ajarkan Membaca Al-qur’an juga di ajar kan beberapa kitab kuning Seperti Kitab : Safinah, Tijan, Tasrifan Riyadul Badia’ah dan sebagainya.