BOGOR – Kegiatan Dialog Rakyat yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc, di Jl. Abdul Fatah, Cikalancing, Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, pada Minggu (9/11/2025), berlangsung dengan suasana terbuka dan partisipatif. Sejumlah warga hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang tengah dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam forum tersebut, dua isu utama yang paling banyak mendapat perhatian adalah terkait keaktifan BPJS Kesehatan dan kurangnya sosialisasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP). Warga mengaku masih mengalami kebingungan dalam mengurus keaktifan BPJS, bahkan ada yang mengeluhkan status kepesertaan yang tetap nonaktif meski sudah membayar iuran.
“Beberapa warga sudah memenuhi kewajiban pembayaran, tetapi status BPJS-nya tidak aktif. Ini menyulitkan saat mereka membutuhkan layanan kesehatan. Sementara itu, informasi mengenai PIP juga belum merata diterima warga,” ujar salah satu peserta dialog.
Selain itu, beberapa warga juga menyoroti persoalan akses bantuan sosial yang dinilai belum merata serta perhatian terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Masukan dan keluhan tersebut dicatat oleh tim reses yang mendampingi Ricky Kurniawan.
Menanggapi aspirasi warga, Ricky menyatakan bahwa Dialog Rakyat merupakan sarana penting untuk menyerap informasi langsung dari masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang ditetapkan di tingkat provinsi harus selaras dengan kebutuhan nyata warga di lapangan.
“Dialog seperti ini menjadi jembatan agar suara masyarakat tersampaikan ke lembaga legislatif. Semua masukan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait,” ujar Ricky.
Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan akan menjadi fokus utama hasil reses kali ini, karena keduanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dijamin negara.
“Kami ingin hasil dialog ini tidak berhenti di sini saja. Aspirasi warga akan kami teruskan dalam rapat paripurna agar tindak lanjut dapat dilakukan secara konkret,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, warga juga memberikan sejumlah usulan, seperti pengadaan posko informasi BPJS di tiap kecamatan dan peningkatan sosialisasi tenaga pendidik kepada orang tua terkait PIP. Ricky menyebut usulan-usulan tersebut sebagai langkah konstruktif yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah daerah.