Cisarua, Bogor — Duka mendalam menyelimuti Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Minggu (6/7) pagi. Dua pemuda, Ruben Saputra dan Jeremy Siahaan, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tertimbun longsor. Namun di balik kabar duka itu, ada kisah solidaritas yang menghangatkan hati.
Sejak pagi buta, personel TNI, Polri, BPBD, hingga warga sekitar turun tangan langsung di lokasi bencana. Medan terjal dan tanah labil tak menyurutkan langkah mereka. Proses pencarian pun berlangsung penuh tantangan, namun berakhir dengan penemuan dua korban sekitar pukul 11.30 WIB. Meski berat, tim bekerja cepat dan penuh empati.
Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, tak ragu menyampaikan rasa terima kasihnya. “Ini bukan hanya soal evakuasi cepat, tapi kerja sama luar biasa. Semua ikut turun tangan dengan hati,” ujarnya. Ia menyebut gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat saat menghadapi bencana.
Evakuasi dipimpin langsung oleh Danramil 0621-10/Cisarua, Mayor Arm M. Sutrisno. Mulai pukul 08.30 WIB, seluruh tim fokus melakukan pencarian di titik rawan longsor. Material longsoran yang berat tidak menyurutkan semangat mereka. Bahkan warga sekitar ikut turun membantu, membawa peralatan seadanya, dan bergantian memperkuat tim.
Rasa kehilangan begitu terasa di tengah kampung. Ruben dan Jeremy, dua pemuda berusia 20 tahun, dikenal baik di lingkungan mereka. Jenazah keduanya dievakuasi ke RS Paru Cibeureum, lalu diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
Tak hanya aparat, tim dari Damkar, Tagana, dan relawan juga terlibat aktif dalam pembersihan lokasi. Semua bergerak cepat, kompak, dan penuh rasa peduli. Dalam situasi yang serba sulit, tali persaudaraan justru makin erat.
Brigjen Faisol berharap peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam. “Kami akan terus mendampingi masyarakat. Yang terpenting, mari kita tetap waspada dan saling menjaga. Musibah boleh datang, tapi semangat kebersamaan harus tetap hidup,” tuturnya.
Meski dihiasi air mata, peristiwa ini juga memperlihatkan satu hal penting: di tengah bencana, semangat gotong royong warga Indonesia tak pernah padam.***