CIGUDEG - Bayangan emas membutakan mata. Di Kampung Empang, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor, demam emas kembali melanda. Seorang bos tambang emas ilegal berinisial DN mendadak menjadi pusat perhatian. Tambangnya di kawasan Cijahe, Lobang 3, konon menghasilkan jutaan hingga puluhan juta rupiah dalam beberapa pekan saja.

"Bener, Pak. Saya juga dengar lobang tambang milik bos DN itu sempat bagus hasilnya minggu kemarin. Banyak yang ngomong begitu," ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (1/7/2025).

Keberhasilan DN ini menimbulkan kecemasan mendalam di hati warga. Aktivitas pertambangan yang tanpa izin ini berjalan mulus, bahkan menjadi buah bibir di kalangan para gurandil. Namun, kesuksesan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar: di mana pengawasan dan penegakan hukum?

"Harusnya ada tindakan cepat dari aparat dan pemerintah desa. Jangan sampai dibiarkan. Selain ilegal, ini bisa jadi ancaman keselamatan warga," ungkap seorang tokoh pemuda setempat yang juga meminta namanya dirahasiakan, Selasa kemarin (1/7/2025).

Kekhawatiran warga bukan isapan jempol. Tambang emas ilegal bukan hanya merampas pendapatan negara, tetapi juga mengancam lingkungan dan keselamatan para pekerja. Bahaya longsor, pencemaran air, dan berbagai risiko lainnya mengintai.

Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada DN belum membuahkan hasil. Keheningan DN semakin menambah keresahan warga. Masyarakat berharap tindakan tegas diambil dalam 24 jam ke depan sebelum situasi makin tak terkendali.*