Jakarta – Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, menilai kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada prajurit TNI peraih medali emas pada SEA Games 2025 sebagai langkah yang tepat dan patut mendapat apresiasi tinggi dari publik.
Menurut Efriza, keputusan tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya perhatian kepala negara terhadap atlet berprestasi, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam menghargai dedikasi profesional atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Presiden Prabowo sudah sangat tepat memberikan penghargaan terbaik bagi atlet berprestasi. Ini adalah sinyal perhatian serius presiden terhadap nasib atlet, serta sikap pemerintah yang menghargai capaian luar biasa mereka,” kata Efriza di Jakarta, Jumat (10/1/2026).
Efriza secara khusus menyoroti prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Rizki Juniansyah, lifter prajurit TNI yang berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025. Ia menilai capaian istimewa tersebut memang layak mendapat apresiasi istimewa dari negara.
“Prestasi Rizki Juniansyah yang meraih emas dan memecahkan rekor dunia adalah pencapaian luar biasa yang membawa kehormatan besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi Simbolik dan Motivasi
Efriza menjelaskan, KPLB yang diberikan kepada Rizki Juniansyah merupakan bentuk apresiasi simbolik sekaligus dorongan moral, meskipun berada di luar kelaziman sistem kenaikan pangkat reguler dalam dunia militer.
“Kenaikan pangkat ini didasari karena Rizki telah mengangkat kehormatan Indonesia di tingkat dunia. Praktik ini merupakan pengecualian yang dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan dorongan moral yang kuat bagi atlet lainnya,” jelas Efriza.
Ia menambahkan bahwa kebijakan penghargaan ini sejalan dengan prinsip yang diterapkan di tubuh TNI, yaitu sistem reward and punishment bagi prajurit yang menunjukkan prestasi atau pelanggaran.