PT KCI mengimbau agar penumpang commuter line tidak menggunakan masker scuba. Bagaimana pandangan Satgas COVID-19 terkait hal ini?

Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku mengatakan masker scuba hanya memiliki satu lapisan. Bahannya yang tipis membuat masker tidak berfungsi baik dalam menyaring partikel.

”Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis, sehingga kemungkinan tembus, tak bisa menyaring lebih besar. Maka dari itu disarankan untuk pakai masker berkualitas untuk bisa menjaga,” ungkap Wiku dalam konferensi pers, Selasa (15/9).

Selain itu bentuk masker yang sederhana membuat penggunanya mudah untuk menurunkan masker. Hal ini membuat masker berjenis scuba maupun buff pemakaiannya kerap tidak sesuai.

”Selain itu, masker scuba sering mudah ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tak ada. Maka itu, gunakan masker dengan cara yang tepat untuk melindungi menutup area batang hidung, hidung, mulut, dagu, dan rapat di pipi,” ujar Wiku.

Petugas keamanan menegur calon penumpang Kereta Rel Listrik Commuter Line yang menggunakan masker jenis buff di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9).

Sejauh ini masker yang baik dalam menyaring partikel virus adalah masker bedah. Namun, Wiku mengatakan masker ini hanya digunakan untuk mereka yang sakit. Sementara bagi yang tidak mengalami sakit bisa menggunakan masker kain tiga lapis.

”Masker kain yang bagus yang berbahan cotton dan berlapis 3, mengapa ini penting? karena kemampuan menfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak, dalam hal ini 3 lapisan berbahan katun,” jelasnya.

Halaman:
H
Penulis: Herawati Nurlia
```