Hasil Munas Setia Untung Jabat Ketum PJI, Jaksa Agung Ajak Kawal Pemilu 2019

Hasil Munas Setia Untung Jabat Ketum PJI, Jaksa Agung Ajak Kawal Pemilu 2019

BALI-JurnalCakrawala.com. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan peran Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) sangat menentukan dalam upaya mencapai tujuan penegakan hukum yang baik dan benar sehingga menjadi dambaan masyarakat. Dalam Musyawarah Nasional PJI, Setia More »

Ubah Kinerja Kejaksaan, Setia Untung Cetuskan Gerakan Pelatihan Reformasi Birokrasi Bebas Korupsi

Ubah Kinerja Kejaksaan, Setia Untung Cetuskan Gerakan Pelatihan Reformasi Birokrasi Bebas Korupsi

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan akan terus berinovasi sebagai zona Integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Menyusul lolosnya Badiklat atas evaluasi tahap akhir Zona Integritas More »

Forum Koordinasi Protokoler MPR RI Bangun Sinergitas Protokoler Lembaga Negara Dan Kementerian

Forum Koordinasi Protokoler MPR RI Bangun Sinergitas Protokoler Lembaga Negara Dan Kementerian

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono mengucapkan selamat datang kepada 125 protokoler yang datang dari berbagai lembaga negara, kementerian, instansi non-kementerian, dan pemerintah daerah. “Selamat datang di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek More »

Kabadiklat Buka Diklat Terpadu Untuk Antisipasi Narkoba Bersarang di Indonesia

Kabadiklat Buka Diklat Terpadu Untuk Antisipasi Narkoba Bersarang di Indonesia

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Kejahatan narkotika salah satu transnasional organized crime dan bersifat lintas negara yang dalam penangannya memerlukan kerjasama antara sesama penegak hukum. Demikian disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI Setia More »

Plt. Kepala BPIP Akui Film Semi Dokumenter ‘Tiga Patung’ Bagus dan Inspiratif

Plt. Kepala BPIP Akui Film Semi Dokumenter ‘Tiga Patung’ Bagus dan Inspiratif

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono mengapresiasi atas film dokumenter berjudul Tiga Patung karya sutradara Erlan Basri tersebut, karya ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari More »

 

Lumpuh Satu Tahun, Aryo Keluarga Miskin Belum Dapatkan Bantuan Faskes

BEKASI-JurnalCakrawala.com.

Aryo Pamungkas Wibowo (26) warga Kampung Jati RT 001/RW 015 Dusun III, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi menderita penyakit kelumpuhan sejak satu tahun dan kini ia membutuhkan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat.

Kelumpuhan yang diderita Aryo, disebabkan setelah terjatuh saat mengikuti perlombaan panjat pinang ketika perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke- 72 tahun 2017 lalu.

Karena sudah tak sanggup untuk bayar biaya pengobatan, Aryo dari keluarga miskin tersebut kini hanya bisa pasrah dan terbaring di rumahnya yang sederhana. Aryo pun sering menangis dan menahan sakit yang dideritanya.

Jangankan beranjak, untuk duduk pun kondisinya tidak memungkinkan. Semua kegiatan Aryo ini hanya berlangsung dengan bantuan orang lain, termasuk makan yang harus disuapi.

Abdul Somad (61), orangtua Aryo, kepada awak media mengatakan bahwa selama ini keluarganya tidak pernah tersentuh oleh segela bentuk jaminan kesehatan milik pemerintah. Baik itu BPJS maupun yang sering orang sebut sebagai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Sakitnya sudah setahun. Sempat pernah dirawat ke rumah sakit dan manggil tukang urut, cuma mau bagaimana berobat lagi juga udah gak punya biaya, nggak punya BPJS, dan nggak punya semuanya,” ujar Abdul, Kamis (6/9/2018).

Karena tak ada jaminan kesehatan, Abdul mengaku sudah tak sanggup lagi untuk membawa anak tercintanya ke rumah sakit. Bukan hanya soal untuk uang perawatan, ongkos ke rumah sakit saja menurutnya tak punya. Apalagi, ia mengaku hanya sebagai kuli tani kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Kalau ngurus untuk buat BPJS sendiri saya gak ngerti caranya, yah namanya orang kampung. Waktu itu udah pernah minta bantuan ke RT/RW untuk dibuatkan BPJS, ke Kelurahan juga udah pernah, tapi begitu dah saya mah gak mau bilang apa-apa,” bebernya.

Faktor kemiskinan membuat keluarga Abdul harus rela hidup dalam kesusahan. Kondisi rumah Abdul sendiri memang sangat memprihatinkan dan yaris tidak ada barang berharga di rumah itu.

Musibah yang mengakibatkan keretakan pada tulang ekor Aryo, dari hari ke hari membuat seluruh tubuhnya makin mengecil.

Sementara Nyai (58), ibu Aryo, mengaku masih ingin membawa anak tercintanya itu ke rumah sakit agar bisa sembuh seperti sediakala. Ia mengaku tak tega karena hanya memberi obat ala kadarnya.

“Ini aja kalau gak dibantu dengan selang anak saya gak bisa buang ari kecil dan besar, selang untuk buang kotoranya juga ini gak diganti-ganti selama 7 bulan. Belum pernah ada orang dari pemerintah yang kesini. Harapan kami pemerintah bisa menolong dan membantu anak saya ini, saya cuma ingin kesembuhan untuk anak saya, karena anak adalah harapan orangtua,” harapnya sambil mengeluarkan air mata.

Ketiadaan biaya memang cenderung membuat warga miskin tidak mampu mengatasi masalah yang mereka hadapi. Penderitaan Aryo bagai menambah panjang daftar warga miskin yang tidak tersentuh bantuan pemerintah di bidang kesehatan. Padahal, anggaran pembangunan di bidang kesehatan cenderung naik setiap tahun.
(Red/IWO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *