Teknologi NVG, Skadron Udara 8 Lanud ATS Latihan Terbang Malam Tanpa Cahaya Lampu

Teknologi NVG, Skadron Udara 8 Lanud ATS Latihan Terbang Malam Tanpa Cahaya Lampu

KAB.BOGOR-JurnalCakrawala.com. Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja kini memiliki Night Vision Google (NVG) yaitu alat bantu penglihatan malam yang digunakan untuk melaksanakan terbang malam tanpa bantuan cahaya lampu. Setelah menjalani latihan selama More »

Arminsyah Pertama Terima Obor Asian Para Games 2018 di Kalbar

Arminsyah Pertama Terima Obor Asian Para Games 2018 di Kalbar

JAKARTA-JurnalCakrawala.com.-Komandan Kontingen (Chef de Mission/CdM) Atlet Asian Para Games 2018 Arminsyah akan menerima estafet Obor Asian Para Games 2018 pada Prosesi Pelepasan Torch Relay Parade, di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (19/9/2018). Prosesi More »

Luar Biasa, Kontingen Polda Jabar Raih Juara Umum Turnamen Taekwondo Kapolri CUP 2018

Luar Biasa, Kontingen Polda Jabar Raih Juara Umum Turnamen Taekwondo Kapolri CUP 2018

KAB.BOGOR-JurnalCakrawala.com. Prestasi yang sangat luar biasa akhirnya dapat diraih oleh Kontingen Polda Jabar dalam rangka Turnamen Taekwondo Kapolri CUP 2018 tingkat Nasional dalam rangka memperebutkan Piala Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jendral More »

Jelang Asian Para Games 2018, Ketua Kontingen Atlet Indonesia Tinjau Persiapan

Jelang Asian Para Games 2018, Ketua Kontingen Atlet Indonesia Tinjau Persiapan

SOLO-JurnalCakrawala.com Ketua Kontingen Atlet Indonesia / Chef de Mission (CDM) Asian Para Games 2018, Dr. Arminsyah kembali meninjau persiapan para atlet yang akan bertanding pada Asian Para Games 2018. Sebelumnya, CdM beberapa More »

KDPDTT Tandatangani Nota Kesepahaman Pembangunan Jembatan Gantung

KDPDTT Tandatangani Nota Kesepahaman Pembangunan Jembatan Gantung

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Teringgal, Samsul Widodo pimpin penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) dengan The United Nations Office for project Service (UNOPS) di Ruang More »

 

Ibro Meninggal Dunia Setelah Sebelumnya Ditolak 2 Rumah Sakit

PURWAKARTA-JurnalCakrawala.com

Manajemen RSUD Kota PURWAKARTA berkelit bila rumah sakitnya disebut menolak pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal, akibat penolakan itu berdampak pada Irvan alias Ibro meregang nyawa.

Tyas, Isteri dari almarhum Irvan alias Ibro mengaku sangat terpukul atas kejadian serta pristiwa tersebut. Akibat sang suami tidak mendapatkan penanganan awal secara intensive.

Kejadian tersebut terjadi setelah sebelumnya Alm. Irvan alias Ibro warga Kp. Cilampahan RT 04 RW 02 desa Sukajaya kec. Sukatani, kabupaten Purwakarta Jawa barat ditolak 2 Rumah Sakit di Purwakarta.

Dengan berdalih ruangan  Intensive Care Unit (ICU) penuh. Padahal mereka telah terlindungi oleh asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Salah satu rumah sakit yang ikut menolak adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Purwakarta, milik Pemerintah Kota Purwakarta. Dan RS Siloam.

Tyas menceritakan awal mula ia membawa suaminya karena mengeluh kesakitan di area perut, lantas memeriksakannya Ke RS Izza Cikampek Kabupaten Karawang dengan hasil pemeriksaan bahwa si pasien magg lambung Kronis. Setelah itu di bawa pulang di Desa Sukatani kabupaten Purwakarta karena kondisinya yang sudah membaik, setelah diperiksa dan diberi obat.

Selang beberapa hari Alm. Irvan kembali mengeluh sakit lantas di bawa langsung untuk diperiksa di RS. Dian Plered Purwakarta selama 1 hari, setelah itu RS. Dian memberi rujukan untuk di pindah rawat ke RS. Siloam namun di tolak mentah – mentah dengan alasa ruangan penuh, tanpa memberikan surat  keterangan bukti ruangan penuh karena itu yang harus dilakukan rumah sakit ketika menolak pasien dengan alasan ruangan penuh.

Merasa menjadi peserta BPJS Kesehatan, Tyas lalu mengeluarkan kartu miliknya. Namun ditolak rumah sakit setempat dengan alasan ruang ICU penuh. Setelah itu langsung di rujuk untuk pindah ke RSUD Bayu Asih. Sama dengan RS. Siloam, RSUD Pemerintah Purwakarta ini pun menolak dengan alasan yang sama tanpa memberikan surat keterangan pula. Dan sama sekali tidak memberikan penanganan  awal.

“Saya Punya BPJS, lantas saya keluarkan namun tetap ditolak, ditambah tidak ada penangan intensive yang dilakukan kepada suami saya Irvan oleh pihak rumah sakit, infusan dan selang oksigenpun suami saya masih terpasang di tangannya, yang ada di mobil ambulan RS. Dian karena datang ke RSUD Kota Purwakarta tidak ada penanganan awal, semuanya cuek dan seperti tidak mau tahu dibiarkan begitu saja.” ujar Tyas sambil menyisihkan air mata menahan kesedihan pada waktu itu.

Karena sikap RSUD Kota Purwakarta yang acuh akan keselamatan seorang pasien serta kondisinya yg terlihat memburuk akibat tidak cepat di tangani, lantas pasien Irvan langsung di antarkan ke rumah sakit Izza Cikampek tempat pertama kali Pasien di rawat.

Sesampainya disana, pasien langsung mendapatkan perawatan intensive dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Dengan diagnosa asam lambung serta komplikasi Jantung karena lambatnya penanganan awal dari pihak rumah sakit yang di tuju sebelumnya.

Mendapatkan perawatan intensive oleh Rumah Sakit Izza cikampek, namun nyawa Saudara Irvan Alias Ibro tidak terselamatkan akibat Komplikasi yang dideritanya. (Red/ddg-IWO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *