Hasil Rakernas IWO di Depok Disepakati Menjadi Konstituen Dewan Pers

Hasil Rakernas IWO di Depok Disepakati Menjadi Konstituen Dewan Pers

DEPOK-JurnalCakrawala.com. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) secara resmi digelar di Shakinah Village, Kota Depok, Senin (11/3/2019). Tercatat sebanyak 150 pengurus dan anggota IWO dari seluruh Indonesia turut hadir dalam More »

Sambut Rakernas IWO se-Indonesia, Jhodi Yudono: Masa Depan Wartawan di Era Industri 4.0

Sambut Rakernas IWO se-Indonesia, Jhodi Yudono: Masa Depan Wartawan di Era Industri 4.0

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Jelang Rapat Kerja Nasional 2019, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) menyambut para wartawan dari Sabang-Merauke, Aceh hingga Papua. Inilah peradaban digital 4.0 yang akan segera hadir, dalam sambutannya Jhodi Yudono More »

Diklat CPNS Kejaksaan Dorong Peserta Berinovasi Pada Era Teknologi

Diklat CPNS Kejaksaan Dorong Peserta Berinovasi Pada Era Teknologi

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi mengatakan ada pesan yang disampaikan Wakil Jaksa Agung Arminsyah kepada jajarannya untuk membimbing, membina dan membekali calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kejaksaan yang More »

Lantik Jaksa Matgaklin, Setia Untung Minta Jajaran Badiklat Inovatif dan Visioner

Lantik Jaksa Matgaklin, Setia Untung Minta Jajaran Badiklat Inovatif dan Visioner

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Diera Kemajuan Teknologi dan Informasi (TIK) serta ilmu pengetahuan dewasa ini Badan Diklat Kejaksaan dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai Kawah Candra Dimukanya pegawai dan para Jaksa untuk lebih Inovatif, More »

Bangun Citra Kejaksaan RI, ini Inovasi Cara Setia Untung Raih Penghargaan

Bangun Citra Kejaksaan RI, ini Inovasi Cara Setia Untung Raih Penghargaan

DEPOK-JurnalCakrawala.com. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi punya cerita tersendiri dalam perjalanan karirnya sebagai seorang jaksa dalam berinovasi meningkatkan citra Kejaksaan. Dia bercerita saat menjabat Kepala More »

 

1.000 Karung Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Diamankan Ditpolair Polda Kepri

BATAM-JurnalCakrawala.com.

Jajaran Ditpolair Polda Kepri mengungkap kasus seludupan -+ 1.000 karung bawang merah India dari Malaysia, pada hari Selasa, tanggal 19 Februari 2019, Sekira pukul 12.30 wib, bertempat di Pendopo Polda Kepri.

Konferensi pers dihadiri oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, Dir Pol Air Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T., S.I.K. M.Si dan awak media.

Dirpolair Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta memaparkan kronologis kejadiannya bahwa, Pada hari Sabtu tanggal 16 Februari 2019 sekira pukul 04.05 Wib pada saat Kapal Patroli Polisi XXXI-1003 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patrol rutin di Perairan pulau lalang Tanjung Batu Kundur Kabupaten Karimun.

“Dilakukan pemeriksaan 1 (satu) unit KM. DANI GT. 6 yang dinakhodai oleh saudara NOVI ISMAYUDI Bin ISMAIL yang bermuatan ± 1.000 (seribu) karung bawang merah India tanpa dilengkapi dengan surat dari Karantina asal selanjutnya terhadap KM. GT. 6 di AD-HOCK dan dikawal menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Benyamin Sapta.

“Kita amankan 1 (satu) unit KM DANI GT. 6 yang dinakhodai oleh Inisial NI yang mengangkut ± 1.000 (seribu) karung bawang merah India dari Batu Pahat, Malaysia tanpa dilengkapi dengan Surat dari Karantina Asal, 1 (satu) unit KM DANI GT. 6 tersebut berlayar dari Batu Pahat Malaysia dengan tujuan ke Tanjung Batu Kundur Kabupaten Karimun mengangkut bawang merah India tanpa dilengkapi dengan surat Karantina asal,” ungkapnya.

“Dan hasil pemeriksaan bahwa 1 (satu) unit KM DANI GT. 6 tersebut diawaki oleh 4 (empat) orang Crew atas nama Inisial NI selaku Nakhoda, RAFIUDIN selaku ABK, H. MOHD. SAYUTI Bin ABDULLAH selaku ABK, ENCIK ADI selaku ABK,” jelas Benyamin Sapta.

Pasal yang dilanggar yaitu pasal 5 pasal 6, pasal 7, pasal 9, pasal 21, dan pasal 25 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). (Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *