Quick Qount Pemilu 2019, Jokowi-Amin Masih Unggul Sementara

Quick Qount Pemilu 2019, Jokowi-Amin Masih Unggul Sementara

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sementara unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count delapan lembaga atas Pilpres 2019, Rabu sore (17/4/2019). Berikut rangkuman hasil quick count More »

Event AIM 2019, BP Batam Promosikan Batam di Dubai World Trade Centre

Event AIM 2019, BP Batam Promosikan Batam di Dubai World Trade Centre

BATAM-JurnalCakrawala.com. Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) hadir dalam kegiatan Annual Investment Meeting (AIM) 2019 dengan tema Mapping the Future of FDI: Enriching World Economies Through Digital Globalization yang dibuka oleh Menteri Pembangunan More »

Gagasan Trie Utami, Kepala BPIP Ngariung Bareng Komunitas Band Metal Bandung

Gagasan Trie Utami, Kepala BPIP Ngariung Bareng Komunitas Band Metal Bandung

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) Prof Hariyono, Ngariung bareng komunitas Band Musik Heavy Metal Bandung, di salah satu resto di kawasan Jalan Flores Bandung, More »

FKJI Kepri Gelar Diskusi Jelang Pemilu, SMN: Jurnalis Berperan Sukseskan Pemilu Serentak

FKJI Kepri Gelar Diskusi Jelang Pemilu, SMN: Jurnalis Berperan Sukseskan Pemilu Serentak

BATAM-JurnalCakrawala.com. Forum Komunikasi Jurnalis Indonesia (FKJI) Kepri, untuk yang ke dua kalinya menggelar pertemuan dengan tokoh Pers, yang juga anggota DPRD Provinsi Kepri, Surya Makmur Nasution (SMN), hanya pertemuan pada hari Sabtu More »

Hasil Rakernas IWO di Depok Disepakati Menjadi Konstituen Dewan Pers

Hasil Rakernas IWO di Depok Disepakati Menjadi Konstituen Dewan Pers

DEPOK-JurnalCakrawala.com. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) secara resmi digelar di Shakinah Village, Kota Depok, Senin (11/3/2019). Tercatat sebanyak 150 pengurus dan anggota IWO dari seluruh Indonesia turut hadir dalam More »

 

Terkait Bagasi Berbayar, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) Gugat Menteri Perhubungan, Lion, Wings dan Citilink

JAKARTA-JurnalCakrawala.com.

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub) , Lion Air, Wings Air dan Citilink. Gugatan yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 88/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. diajukan setelah Menhub secara melawan hukum telah memberikan izin atas pemberlakuan bagasi berbayar kepada Lion Air, Wings Air dan Citilink, Kamis (07/02).

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, Dr. David Tobing menjelaskan bahwa tindakan Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara yang memberikan persetujuan perubahan SOP yang diajukan oleh Lion Air, Wings Air, dan Citilink telah melanggar ketentuan Pasal 63 ayat (2) Permenhub No. pm 185 Tahun 2015 karena pengajuan perubahan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Lion Air, Wings Air, dan Citilink terkait bagasi berbayar tidak dilakukan dalam rentang waktu sebagaimana diatur dalam Pasal 63 ayat (2) Permenhub No. PM 185 Tahun 2015 yaitu wajib diajukan dalam waktu paling lama 60 hari sebelum pelaksanaan.

“Dirjen Perhubungan Udara tidak teliti dan tidak hati-hati dalam memberikan persetujuan perubahan SOP kepada Lion Air, Wings Air, dan Citilink, selain tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Permenhub 185/2015, Menteri Perhubungan dalam hal ini juga tidak memperhitungkan dampak dari pemberlakuan bagasi berbayar terhadap masyarakat selaku konsumen jasa pengangkutan udara.” ujar David.

Lebih lanjut David menjelaskan, bahwa sikap ketidak telitian dan ketidak hati-hatian Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara dibuktikan dengan dikeluarkannya kembali himbauan oleh Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara yang meminta maskapai untuk menunda pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar hingga kemenhub selesai melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap kebijakan tersebut karena banyaknya keluhan dari masyarakat.

“Hal ini membuktikan bahwa pada saat memberikan persetujuan Kemenhub tidak melakukan evaluasi dan kajian yang komprehensif” tegas David.

“Menteri Perhubungan tidak konsisten, setelah memberi persetujuan lalu menghimbau agar maskapai menunda pemberlakuan bagasi berbayar tapi di sisi lain juga tetap membiarkan Lion Air dan Wings Air menerapkan kebijakan tersebut dengan alasan sudah terlanjur.”

David menegaskan “Pemberian ijin oleh Kemenhub terkait bagasi berbayar juga sudah disorot oleh DPR dimana Komisi V DPR juga sudah menyatakan agar Kemenhub menunda pemberlakuan bagasi berbayar namun hal ini pun tidak dilakukan oleh Menteri.”

Selain itu, David menilai tindakan Lion Air, Wings Air dan Citilink yang memberitahukan pemberlakuan bagasi berbayar telah melanggar prinsip kepatutan karena pemberitahuan tersebut dilakukan ketika ketiga maskapai tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Dirjen Perhubungan Udara sehingga karenanya kami menjadikan Lion Air, Wings Air dan Citilink sebagai Tergugat karena telah tidak memberikan informasi yang jelas dan benar kepada masyarakat selaku konsumen.

“Seharusnya Menhub memberikan sanksi kepada Lion, Wings dan Citilink karena sudah mengumumkan pemberlakuan bagasi berbayar sebelum mendapatkan Ijin, tapi sebaliknya bukannya memberikan sanksi Kemenhub malah langsung memberi ijin dalam 2 hari kerja setelah ijin diajukan, ini kan aneh “pelanggaran kok difasilitasi”, ungkap David.

Perlu untuk diketahui bahwa gugatan ini merupakan tindak lanjut atas surat somasi Komunitas Konsumen Indonesia yang oleh Kemenhub tidak diberi tanggapan.

Dalam petitum gugatannya, KKI mengajukan dua pokok tuntutan yaitu:

Dalam provisi ;
1. Memerintahkan kepada Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara untuk menunda izin pemberlakuan perubahan standar operasional prosedur (standard operating procedure/SOP) Lion Air, Wings Air dan Citilink sehubungan dengan penerapan bagasi berbayar hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

2. Memerintahkan kepada Lion Air, Wings Air dan Citilink untuk tidak memberlakukan penerapan bagasi berbayar sebagaimana dimaksud dalam perubahan standar operasional prosedur (standard operating procedure/SOP) Lion Air, Wings Air dan Citilink sehubungan dengan penerapan bagasi berbayar hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

Dalam Pokok Perkara

Memerintahkan kepada Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara untuk mencabut izin pemberlakuan perubahan standar operasional prosedur (standard operating procedure/SOP) Lion Air, Wings Air dan Citilink sehubungan dengan penerapan bagasi berbayar. (red/edw-iwo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *