Jaksa Jaga Desa, Program Kejaksaan Optimalisasi Awasi Dana Desa

Jaksa Jaga Desa, Program Kejaksaan Optimalisasi Awasi Dana Desa

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Guna mengoptimalisasikan program 9 Nawacita Presiden Joko Widodo, dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) dibawah More »

Razia Gabungan Geledah Narkoba di Rutan Depok

Razia Gabungan Geledah Narkoba di Rutan Depok

DEPOK-JurnalCakrawala.com. Peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (rutan) gaungnya sangat meresahkan. Mengantisipasi beredarnya narkotika di Rumah Tahanan Negara klas IIB Depok, Kepala Rutan Depok beserta jajaran, petugas Badan Narkotika Nasional More »

Panglima TNI Resmikan KOOPSUS TNI

Panglima TNI Resmikan KOOPSUS TNI

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Upacara peresmian Komando Operasi Khusus TNI (KOOPSUS) berlangsung di Lapangan Upacara SATPAMWAL Denma Mabes TNI dengan Inspektur upacara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., pada Selasa (30/7/2019). Tampak hadir dalam acara tersebut More »

Danlantamal IV Sambut Kedatangan Panglima TNI di Bandara Hang Nadim Batam

Danlantamal IV Sambut Kedatangan Panglima TNI di Bandara Hang Nadim Batam

BATAM-JurnalCakrawala.com. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., menyambut kedatangan Pangliman TNI  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.,bertempat di Bandara Hang Nadim Batam Kepri, More »

Panglima TNI Dan Kapolri Kunjungi Kepri, Kapolri: Pulau Nipah Menjadi Sangat Penting

Panglima TNI Dan Kapolri Kunjungi Kepri, Kapolri: Pulau Nipah Menjadi Sangat Penting

BATAM-JurnalCakrawala.com. Kunjungan Kerja (Kunker) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs H.M Tito Karnavian, M.A, Ph.D ke Polda Kepri dilaksanakan pada pukul 12.30 wib bertempat di More »

 

Linda Luvitha: Tak Ada Angkot di Desa Kami, Pelajar di Pelosok Kota Seribu Angkot

OPINI-JurnalCakrawala.com.

Linda Luvitha Dewi semester 6 Kampus Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Boleh kami rakyat kecil ini mengeluh tentang kondisi kami yang hidup di pedesaan. Bogor adalah kota hujan, disaat musim hujan kami tetap sebagai seorang pelajar yang harus tetap berjuang menuju sekolah.

Sangat kesulitan untuk berangkat sekolah, kenapa?, katanya Bogor juga kota seribu angkot tapi kenyataannya di desa kami tidak ada angkot.

Mirisnya kami bukan sekali dua kali datang ke sekolah, baju kami basah kuyup karena kehujanan, karena jarak tempuh dari rumah ke sekolah pun jauh, walaupun menggunakan jas hujan tetap saja basah.

Belum lagi teman-teman kami yang satu sekolah, bahkan yang beda sekolah yang tidak mempunyai kendaraan harus jalan kaki dengan jarak yang sangat jauh dari rumah ke sekolah berkilo-kilo meter, coba pikirkan kesana belum lagi jika musim hujan.

Sampai kapan kami akan seperti ini?. Bukankah Indonesia kita tercinta ini butuh orang-orang cerdas dan pintar, tapi disaat kami akan pergi kesekolah untuk belajarpun penuh perjuangan.

Miris sekali kami yang hidup dipelosokan ini (Desa Kiarasari, Keca. Sukajaya-red), adakah yang sadar dan perduli tentang kami?.

Wahai para Pemangku kebijakan coba pikirkan kami yang ada di pedesaan ini yang sangat membutuhkan fasilitas yang baik.

Karena kami pun punya cita-cita yang harus kami capai, tapi bagaimna kami hendak mencapainya jika menuju sekolah untuk belajar pun kami sangat kesulitan.

Membangun infrastruktur (jalan raya) memang penting, tapi bagaimna yang tidak punya kendaraan, ya kami harus tetap semangat berjalan menuju sekolah?.

Kami tak butuh jalan raya yang bagus tapi kami butuh jalan kehidupan yang lebih baik. Perdulikan, kami yang di pedesaan ini kami butuh fasilitas menuju ke sekolah.
——————————————–
Menurut Bendahara Umum Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Linda Luvitha Dewi menjelaskan, “saya sedih saat membuka akun sosial media saya, dengan postingan siswi SMK Insan Madani Sukajaya yang menceritakan keluh kesahnya untuk menempuh bangku sekolah demi mengejar cita-cita.

Bukan karena tidak mampu untuk biaya administrasi sekolah, melainkan karena perjalanan yang lumayan sulit untuk di jangkau.

Menurutnya, “hal ini sudah saya alami sekitar 6 tahun lalu dan sekarang masih di alami oleh adik-adik yang haus akan ilmu, yang peduli akan negeri Indonesia, dan yang sadar bahwa negeri tercinta kita membutuhkan orang-orang cerdas agar tidak selalu di jajah dan di perbudak oleh negara lain, dan bahkan hari ini bukan negara lain yang menjajah negara kita, melainkan penghuni negara itu sendiri”, tambahnya.

Semoga dengan adanya sebuah surat kecil untuk pemerintah dari si pelajar bernama Nalaratih, pemerintah bisa mendengar dan mengambil tindakan nyata.

NB: Jarak menuju SD dan SMP dari rumah ke sekolah sekitar 2 km, menuju ke SLTA/SMK sekitar 5-6 km.

(Bogor, Kamis 31 Januari 2019).

(Red/Cawang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oo.. Gak Boleh Copas Bro !! ikuti selalu berita Jurnal Cakrawala dan terbaru.