Bangun Citra Kejaksaan RI, ini Inovasi Cara Setia Untung Raih Penghargaan

Bangun Citra Kejaksaan RI, ini Inovasi Cara Setia Untung Raih Penghargaan

DEPOK-JurnalCakrawala.com. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi punya cerita tersendiri dalam perjalanan karirnya sebagai seorang jaksa dalam berinovasi meningkatkan citra Kejaksaan. Dia bercerita saat menjabat Kepala More »

Terkait Bagasi Berbayar, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) Gugat Menteri Perhubungan, Lion, Wings dan Citilink

Terkait Bagasi Berbayar, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) Gugat Menteri Perhubungan, Lion, Wings dan Citilink

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub) , Lion Air, Wings Air dan Citilink. Gugatan yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan More »

Anggota DPR RI Komisi VII Hadiri Diseminasi Iptek LIPI di Desa Tonjong Bogor

Anggota DPR RI Komisi VII Hadiri Diseminasi Iptek LIPI di Desa Tonjong Bogor

KAB.BOGOR-JurnalCakrawala.com Diseminasi Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI di Desa Tonjong Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor dihadiri oleh anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Drs. KH Nawafie Saleh, SE, MM, More »

Kejaksaan Luncurkan Website PJI, Ketum PJI: Bangun Kesatuan Tangkal Hoax

Kejaksaan Luncurkan Website PJI, Ketum PJI: Bangun Kesatuan Tangkal Hoax

Jakarta-JurnalCakrawala.com. Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) meluncurkan aplikasi website pji.kejaksaan.go.id sebagai sarana layanan pengaduan dan berita informasi tentang kejaksaan dan pelayanan penanganan proses penegakkan hukum serta menangkal berita hoax dengan memberikan informasi positif More »

Badiklat Kejaksaan RI akan Jalin Kerjasama Hukum dengan Amerika

Badiklat Kejaksaan RI akan Jalin Kerjasama Hukum dengan Amerika

Jakarta-JurnalCakrawala.com. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi, menyambut kedatangan pihak perwakilan dari US Department of Justice, Office of Overseas Prosecutorial Development, Asistence, and Training (USDOJ- OPDAT) More »

 

Linda Luvitha: Tak Ada Angkot di Desa Kami, Pelajar di Pelosok Kota Seribu Angkot

OPINI-JurnalCakrawala.com.

Linda Luvitha Dewi semester 6 Kampus Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Boleh kami rakyat kecil ini mengeluh tentang kondisi kami yang hidup di pedesaan. Bogor adalah kota hujan, disaat musim hujan kami tetap sebagai seorang pelajar yang harus tetap berjuang menuju sekolah.

Sangat kesulitan untuk berangkat sekolah, kenapa?, katanya Bogor juga kota seribu angkot tapi kenyataannya di desa kami tidak ada angkot.

Mirisnya kami bukan sekali dua kali datang ke sekolah, baju kami basah kuyup karena kehujanan, karena jarak tempuh dari rumah ke sekolah pun jauh, walaupun menggunakan jas hujan tetap saja basah.

Belum lagi teman-teman kami yang satu sekolah, bahkan yang beda sekolah yang tidak mempunyai kendaraan harus jalan kaki dengan jarak yang sangat jauh dari rumah ke sekolah berkilo-kilo meter, coba pikirkan kesana belum lagi jika musim hujan.

Sampai kapan kami akan seperti ini?. Bukankah Indonesia kita tercinta ini butuh orang-orang cerdas dan pintar, tapi disaat kami akan pergi kesekolah untuk belajarpun penuh perjuangan.

Miris sekali kami yang hidup dipelosokan ini (Desa Kiarasari, Keca. Sukajaya-red), adakah yang sadar dan perduli tentang kami?.

Wahai para Pemangku kebijakan coba pikirkan kami yang ada di pedesaan ini yang sangat membutuhkan fasilitas yang baik.

Karena kami pun punya cita-cita yang harus kami capai, tapi bagaimna kami hendak mencapainya jika menuju sekolah untuk belajar pun kami sangat kesulitan.

Membangun infrastruktur (jalan raya) memang penting, tapi bagaimna yang tidak punya kendaraan, ya kami harus tetap semangat berjalan menuju sekolah?.

Kami tak butuh jalan raya yang bagus tapi kami butuh jalan kehidupan yang lebih baik. Perdulikan, kami yang di pedesaan ini kami butuh fasilitas menuju ke sekolah.
——————————————–
Menurut Bendahara Umum Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Linda Luvitha Dewi menjelaskan, “saya sedih saat membuka akun sosial media saya, dengan postingan siswi SMK Insan Madani Sukajaya yang menceritakan keluh kesahnya untuk menempuh bangku sekolah demi mengejar cita-cita.

Bukan karena tidak mampu untuk biaya administrasi sekolah, melainkan karena perjalanan yang lumayan sulit untuk di jangkau.

Menurutnya, “hal ini sudah saya alami sekitar 6 tahun lalu dan sekarang masih di alami oleh adik-adik yang haus akan ilmu, yang peduli akan negeri Indonesia, dan yang sadar bahwa negeri tercinta kita membutuhkan orang-orang cerdas agar tidak selalu di jajah dan di perbudak oleh negara lain, dan bahkan hari ini bukan negara lain yang menjajah negara kita, melainkan penghuni negara itu sendiri”, tambahnya.

Semoga dengan adanya sebuah surat kecil untuk pemerintah dari si pelajar bernama Nalaratih, pemerintah bisa mendengar dan mengambil tindakan nyata.

NB: Jarak menuju SD dan SMP dari rumah ke sekolah sekitar 2 km, menuju ke SLTA/SMK sekitar 5-6 km.

(Bogor, Kamis 31 Januari 2019).

(Red/Cawang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *