Kominfo RI Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos, Cegah Hoax dan Ujaran Kebencian

Kominfo RI Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos, Cegah Hoax dan Ujaran Kebencian

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu, 22 Mei 2019, berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang diberikan narasi baru berisi ujaran kebencian, More »

Teroris Ditangkap di Nanggewer Bogor, Terduga Jaringan ISIS

Teroris Ditangkap di Nanggewer Bogor, Terduga Jaringan ISIS

BOGOR-JurnalCakrawala.com. Densus 88 Mabes Polri dibackup oleh Polres Bogor melakukan penindakan penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka terorisme yang bertempat di Jalan nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jum’at, 17 Mei 2019. Penangkapan More »

KNPI: Jangan Terprovokasi, Ajak Semua Elemen Rakyat Indonesia Jaga Situasi Tetap Aman

KNPI: Jangan Terprovokasi, Ajak Semua Elemen Rakyat Indonesia Jaga Situasi Tetap Aman

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Wakil Ketua Umum DPP KNPI Lisman Hasibuan mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia dan Pemuda agar menjaga situasi tetap aman dan damai menyambut keputusan KPU nantinya 22 Mei 2019. Lanjutnya, siapapun pemenangnya More »

Ulama, Habaib se-Jabodetabek Berkumpul Ingatkan Jaga Persatuan, Tolak Polarisasi Umat

Ulama, Habaib se-Jabodetabek Berkumpul Ingatkan Jaga Persatuan, Tolak Polarisasi Umat

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Para Ulama, habaib se-Jabotabek mengajak masyarakat untuk bersatu kembali dan tidak terbelah atau terpolarisasi antar kelompok kekuatan, jelang penghitungan suara Pilpres dan Pileg pada 22 Mei 2019 mendatang. KH. Muhyidin Ishaq More »

Safari Ramadhan Panglima TNI dan Kapolri di Skadron 11 Lanud Hassanudin

Safari Ramadhan Panglima TNI dan Kapolri di Skadron 11 Lanud Hassanudin

MAKASSAR-JurnalCakrawala.com. Memasuki Ramadhan ke-6 Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D melaksanakan safari Ramadhan di Skadron 11 Lanud Hassanudin Makassar, Sabtu (11/05/2019). More »

 

Ibro Meninggal Dunia Setelah Sebelumnya Ditolak 2 Rumah Sakit

PURWAKARTA-JurnalCakrawala.com

Manajemen RSUD Kota PURWAKARTA berkelit bila rumah sakitnya disebut menolak pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal, akibat penolakan itu berdampak pada Irvan alias Ibro meregang nyawa.

Tyas, Isteri dari almarhum Irvan alias Ibro mengaku sangat terpukul atas kejadian serta pristiwa tersebut. Akibat sang suami tidak mendapatkan penanganan awal secara intensive.

Kejadian tersebut terjadi setelah sebelumnya Alm. Irvan alias Ibro warga Kp. Cilampahan RT 04 RW 02 desa Sukajaya kec. Sukatani, kabupaten Purwakarta Jawa barat ditolak 2 Rumah Sakit di Purwakarta.

Dengan berdalih ruangan  Intensive Care Unit (ICU) penuh. Padahal mereka telah terlindungi oleh asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Salah satu rumah sakit yang ikut menolak adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Purwakarta, milik Pemerintah Kota Purwakarta. Dan RS Siloam.

Tyas menceritakan awal mula ia membawa suaminya karena mengeluh kesakitan di area perut, lantas memeriksakannya Ke RS Izza Cikampek Kabupaten Karawang dengan hasil pemeriksaan bahwa si pasien magg lambung Kronis. Setelah itu di bawa pulang di Desa Sukatani kabupaten Purwakarta karena kondisinya yang sudah membaik, setelah diperiksa dan diberi obat.

Selang beberapa hari Alm. Irvan kembali mengeluh sakit lantas di bawa langsung untuk diperiksa di RS. Dian Plered Purwakarta selama 1 hari, setelah itu RS. Dian memberi rujukan untuk di pindah rawat ke RS. Siloam namun di tolak mentah – mentah dengan alasa ruangan penuh, tanpa memberikan surat  keterangan bukti ruangan penuh karena itu yang harus dilakukan rumah sakit ketika menolak pasien dengan alasan ruangan penuh.

Merasa menjadi peserta BPJS Kesehatan, Tyas lalu mengeluarkan kartu miliknya. Namun ditolak rumah sakit setempat dengan alasan ruang ICU penuh. Setelah itu langsung di rujuk untuk pindah ke RSUD Bayu Asih. Sama dengan RS. Siloam, RSUD Pemerintah Purwakarta ini pun menolak dengan alasan yang sama tanpa memberikan surat keterangan pula. Dan sama sekali tidak memberikan penanganan  awal.

“Saya Punya BPJS, lantas saya keluarkan namun tetap ditolak, ditambah tidak ada penangan intensive yang dilakukan kepada suami saya Irvan oleh pihak rumah sakit, infusan dan selang oksigenpun suami saya masih terpasang di tangannya, yang ada di mobil ambulan RS. Dian karena datang ke RSUD Kota Purwakarta tidak ada penanganan awal, semuanya cuek dan seperti tidak mau tahu dibiarkan begitu saja.” ujar Tyas sambil menyisihkan air mata menahan kesedihan pada waktu itu.

Karena sikap RSUD Kota Purwakarta yang acuh akan keselamatan seorang pasien serta kondisinya yg terlihat memburuk akibat tidak cepat di tangani, lantas pasien Irvan langsung di antarkan ke rumah sakit Izza Cikampek tempat pertama kali Pasien di rawat.

Sesampainya disana, pasien langsung mendapatkan perawatan intensive dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Dengan diagnosa asam lambung serta komplikasi Jantung karena lambatnya penanganan awal dari pihak rumah sakit yang di tuju sebelumnya.

Mendapatkan perawatan intensive oleh Rumah Sakit Izza cikampek, namun nyawa Saudara Irvan Alias Ibro tidak terselamatkan akibat Komplikasi yang dideritanya. (Red/ddg-IWO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *