34 Provinsi Kumpul di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Buka Kegiatan Pemuda Optimalisasi Sampah

34 Provinsi Kumpul di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Buka Kegiatan Pemuda Optimalisasi Sampah

BOGOR-JurnalCakrawala.com. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi resmi membuka kegiatan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih. Mengambil tema, ‘Aksi Pemuda Mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2030’, kegiatan berlangsung selama 3 hari kedepan dimulai More »

Penandatanganan MoU Polri dengan BRI, ini Isi Perjanjiannya

Penandatanganan MoU Polri dengan BRI, ini Isi Perjanjiannya

JAKARTA-JurnalCakrawala.com. Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D Kapolri menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama antara Polri dengan PT. BRI (Persero) Tbk di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Selasa, 9 More »

Wisuda 306 Peserta, Kapolri: Wisudawan Akpol Harus Jadi Agent Of Change

Wisuda 306 Peserta, Kapolri: Wisudawan Akpol Harus Jadi Agent Of Change

SEMARANG-JurnalCakrawala.com. Kapolri Jenderal Pol Prof H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D beserta Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian menghadiri Wisuda dan Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Tingkat IV Angkatan 50 Batalyon Wicaksana More »

Pangkoarmada I Resmikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Pulau Galang

Pangkoarmada I Resmikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Pulau Galang

TANJUNGPINANG-JurnalCakrawala.com. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada ) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono,S.E.,M.M., bersama Ketua Daerah Jalasenastri Armada (DJA) I Ny. Veronica Yudo Margono meresmikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut   PT. Jala Mitra Resource More »

Panitia Perpustakaan Nasional RI Kunjungi Perpustakaan Cahaya Ilmu Mekar Baru Tangerang

Panitia Perpustakaan Nasional RI Kunjungi Perpustakaan Cahaya Ilmu Mekar Baru Tangerang

TANGERANG-JurnalCakrawala.com. Tim penilai perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dipimpin Drs. Bambang Supriyo Utomo, M. Lib. bersama Dr. Drs. Bakhtiar, M.Si. beserta rombongan melakukan kunjungan ke perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Mekar Baru Kecamatan More »

 

Lumpuh Satu Tahun, Aryo Keluarga Miskin Belum Dapatkan Bantuan Faskes

BEKASI-JurnalCakrawala.com.

Aryo Pamungkas Wibowo (26) warga Kampung Jati RT 001/RW 015 Dusun III, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi menderita penyakit kelumpuhan sejak satu tahun dan kini ia membutuhkan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat.

Kelumpuhan yang diderita Aryo, disebabkan setelah terjatuh saat mengikuti perlombaan panjat pinang ketika perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke- 72 tahun 2017 lalu.

Karena sudah tak sanggup untuk bayar biaya pengobatan, Aryo dari keluarga miskin tersebut kini hanya bisa pasrah dan terbaring di rumahnya yang sederhana. Aryo pun sering menangis dan menahan sakit yang dideritanya.

Jangankan beranjak, untuk duduk pun kondisinya tidak memungkinkan. Semua kegiatan Aryo ini hanya berlangsung dengan bantuan orang lain, termasuk makan yang harus disuapi.

Abdul Somad (61), orangtua Aryo, kepada awak media mengatakan bahwa selama ini keluarganya tidak pernah tersentuh oleh segela bentuk jaminan kesehatan milik pemerintah. Baik itu BPJS maupun yang sering orang sebut sebagai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Sakitnya sudah setahun. Sempat pernah dirawat ke rumah sakit dan manggil tukang urut, cuma mau bagaimana berobat lagi juga udah gak punya biaya, nggak punya BPJS, dan nggak punya semuanya,” ujar Abdul, Kamis (6/9/2018).

Karena tak ada jaminan kesehatan, Abdul mengaku sudah tak sanggup lagi untuk membawa anak tercintanya ke rumah sakit. Bukan hanya soal untuk uang perawatan, ongkos ke rumah sakit saja menurutnya tak punya. Apalagi, ia mengaku hanya sebagai kuli tani kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Kalau ngurus untuk buat BPJS sendiri saya gak ngerti caranya, yah namanya orang kampung. Waktu itu udah pernah minta bantuan ke RT/RW untuk dibuatkan BPJS, ke Kelurahan juga udah pernah, tapi begitu dah saya mah gak mau bilang apa-apa,” bebernya.

Faktor kemiskinan membuat keluarga Abdul harus rela hidup dalam kesusahan. Kondisi rumah Abdul sendiri memang sangat memprihatinkan dan yaris tidak ada barang berharga di rumah itu.

Musibah yang mengakibatkan keretakan pada tulang ekor Aryo, dari hari ke hari membuat seluruh tubuhnya makin mengecil.

Sementara Nyai (58), ibu Aryo, mengaku masih ingin membawa anak tercintanya itu ke rumah sakit agar bisa sembuh seperti sediakala. Ia mengaku tak tega karena hanya memberi obat ala kadarnya.

“Ini aja kalau gak dibantu dengan selang anak saya gak bisa buang ari kecil dan besar, selang untuk buang kotoranya juga ini gak diganti-ganti selama 7 bulan. Belum pernah ada orang dari pemerintah yang kesini. Harapan kami pemerintah bisa menolong dan membantu anak saya ini, saya cuma ingin kesembuhan untuk anak saya, karena anak adalah harapan orangtua,” harapnya sambil mengeluarkan air mata.

Ketiadaan biaya memang cenderung membuat warga miskin tidak mampu mengatasi masalah yang mereka hadapi. Penderitaan Aryo bagai menambah panjang daftar warga miskin yang tidak tersentuh bantuan pemerintah di bidang kesehatan. Padahal, anggaran pembangunan di bidang kesehatan cenderung naik setiap tahun.
(Red/IWO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oo.. Gak Boleh Copas Bro !! ikuti selalu berita Jurnal Cakrawala dan terbaru.